Kejari Sambangi SMPN 1 Sebatik Tengah, Edukasi Hukum Sejak Dini
SMPN 1 Sebatik Tengah baru saja kedatangan tamu istimewa yang membawa misi penting untuk masa depan generasi muda di tapal batas. Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) menggelar kegiatan sosialisasi hukum melalui program "Jaksa Masuk Sekolah" (JMS). Kegiatan yang berlangsung penuh antusias ini bertujuan untuk mengenalkan institusi kejaksaan sekaligus menanamkan kesadaran hukum kepada para siswa sejak usia remaja.
Suasana aula sekolah tampak berbeda dari hari biasanya. Puluhan siswa dari perwakilan kelas berkumpul dengan wajah penasaran melihat bapak dan ibu jaksa yang hadir mengenakan seragam dinas lengkap. Kepala Sekolah SMPN 1 Sebatik Tengah menyambut hangat inovasi ini dan berharap kehadiran para penegak hukum bisa memberikan warna baru sekaligus memotivasi siswa untuk lebih tertib aturan.
Dalam pemaparannya, tim Kejaksaan mengemas materi hukum yang biasanya terkesan kaku menjadi obrolan yang ringan, seru, dan mudah dipahami oleh anak usia SMP. Fokus utama sosialisasi kali ini adalah mengupas tuntas isu-isu remaja yang sedang marak, seperti bahaya
- *cyberbullying* (perundungansiber),
- penyalahgunaan media sosial,
- serta dampak buruk kenakalan remaja.
Tidak hanya memberikan ceramah satu arah, tim dari Kejaksaan juga membuka sesi tanya jawab interaktif. Banyak siswa yang memanfaatkan momen ini untuk bertanya langsung tentang tugas sehari-hari seorang jaksa, proses menyidangkan perkara, hingga tips menghindari kejahatan digital. Keberanian para siswa dalam menyampaikan argumen dan pertanyaan mendapat apresiasi jempolan serta cendera mata langsung dari tim Kejari.
- Salah satu pesan mendalam yang disampaikan oleh narasumber kejaksaan adalah pentingnya menjaga integritas dan menolak segala bentuk perundungan (*bullying*) di lingkungan sekolah.
Selain memberikan edukasi, program "Jaksa Masuk Sekolah" ini secara tidak langsung juga membuka cakrawala baru bagi para siswa mengenai profesi di bidang hukum. Tidak sedikit siswa yang mengaku terinspirasi dan bercita-cita menjadi seorang jaksa setelah mendengar cerita suka duka menegakkan keadilan di tanah air. Antusiasme seperti inilah yang diharapkan mampu melahirkan penegak hukum masa depan dari Pulau Sebatik.
Kegiatan sosialisasi pun diakhiri dengan sesi foto bersama antara tim Kejaksaan, pihak sekolah, dan seluruh siswa peserta. Lewat kegiatan ini, Kejari sukses membuktikan bahwa jaksa bukan lagi sosok yang menakutkan, melainkan sahabat remaja yang siap mengayomi dan mengedukasi. Semoga pemahaman hukum yang didapatkan hari ini bisa diterapkan oleh siswa SMPN 1 Sebatik Tengah dalam kehidupan sehari-hari demi masa depan yang lebih cerah.

Komentar
Posting Komentar